Pramuka merupakan kependekan dari Praja Muda Karana yang berarti kaum muda yang suka berkarya. Di Indonesia sendiri penggunaan istilah “Pramuka”
baru resmi digunakan pada tahun 1961. Akan tetapi gerakan pramuka
sejatinya telah ada sejak jaman penjajahan belanda dengan nama kepanduan.
Sejarah Pramuka di Dunia
Pada tahun 1912 dengan babtuan adik
perempuan Baden Powell bernama Agnes maka terbentuklah organisasi
pramuka untuk perempuan dengan sebutan “Girls Guides“. Organisasi
kepramukaan perempuan ini pun dilanutkan oleh istri Baden Powell.
Selanjutnya di tahun 1916 di dirikanlah
kelompok pramuka siaga dengan nama CUB (anak srigala). Pedoman kegiatan
yang dilakukan berdasarkan dari sebuah buku yang berjudul “The Jungle
Book” karangan Rudyard Kipling.
Pada tahun 1918 Baden Powell kembali
membentuk Rover Scout, yaitu organisasi pramuka bagi mereka yang telah
berusia 17 tahun. Selang empat tahun kemudian yaitu tahun 1922 Powel
menerbitkan buku menerbitkan buku ”Rovering To Succes” buku ini
menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju
kepantai bahagia.
Jambore Dunia
Di tahun 1920 merupakan tahun yang
sangat berpengaruh dalam sejarah pramuka dimana untuk pertama kalinya di
adakan Jambore di dunia. Selain itu tahun ini juga dibentuk Dewan
Internasional pramuka yang beranggotakan 9 orang biro dan biro pusat di
London. Biro pramuka putra dunia memiliki lima kantor wilayah yaitu
Costa Rica, Mesir, Filipina, Swiss, dan Nigeria. Sedangkan untuk putri
memiliki lima kantor pusat sekretariat di London dan biro kantor wilayah
di Amerika Latin, Arab, Asia Pasifik, dan Eropa.
Jambore Dunia ke-I di laksanakan di
Olympia Hall, London. Dalam kegiatan tersebut diundang pula peserta dari
27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu
Sedunia (Chief Scout of The World ).